Pasang iklan

Setahun Gempa Palu: Terus Berusaha Bangkit

Sulteng Gema.id, Palu – Setahun lalu atau tepatnya tanggal 28 September 2018, merupakan pilu bagi seluruh rakyat Indonesia khususnya mereka yang berada di Kota Palu Kabupaten Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah. Bencana dahsyat gempa bumi, tsunami dan likuefaksi melanda kota tersebut dan mengakibatkan banyak korba jiwa serta kerusakan terjadi yang mengakibatkan berbagai aktivitas lumpuh total.

Gempa berkekuatan 7,4 SR lalu disusul tsunami. Sekitar 55 ribu rumah terkena dampak bencana di kota Palu: 11 ribu unit rusak berat dan 7 ribu unit menghilang, saat gempa melanda.

Kini, berbagai upaya dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk menyapu luka yang mendalam dengan melakukan perbaikan di berbagai sektor baik di pemerintahan, fasilitas publik dan hingga yang paling mendasar adalah kembali memulihkan  sendi-sendi kehidupan masyarakat agar sejahtera lagi.

Pemerintah kota Palu tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan dan mereka terus mencoba bangkit dan meminta semua elemen masyarakat juga optimis agar Palu bangkit lagi.

Rasa optimis itu kembali menyala, pada HUT kota Palu ke-41, atau tepatnya 27 Semptember 2019 lalu juga ditandai sebagai hari memperingati setahun bencana Sulteng yang masih meninggalkan kedukaan.

Wali Kota Palu Hidayat menegaskan bencana yang melanda itu adalah ujian kemanusiaan dan kesabaran dari Tuhan Yang Maha Esa untuk menguji menjadi manusia yang semakin beriman dan leibh bertaqwa.

Adapun sampai sejauh ini tahap-tahap pemulihan di mulai dari tanggap darurat, masa transisi darurat menuju pemulihan hingga tahap rehabilitas dan kontruksi.

Berbagai uluran tangan juga menjadi pendorong untuk kota Palu bisa seperti yang dulu lagi, dari lembaga kemanusiaan baik yang di dalam negeri maupun dari mereka di luar negeri di antaranya, Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sementara anggaran yang disediakan dari Pemkot sendiri dari masa transisi menuju pemulihan anggaran bersumber dari dana tak terduga sebesar 1,6 milliar dan anggaran pada BPBD kota Palu serta pergeseran anggaran dalam APBD 2018 Rp63,5 Milliar.

Menyoal penyintas pemerintah menyediakan hunian sementara (Huntara) sebagai rumah singgah yang bersifat jangka pendekeng serta didukung fasiltas yang bisa menunjang kelangsungan hidup.

Selain itu Pemkot juga terus merampungka data kebencanaan serta menyusun aksi rehabiliitas dan rekonstruksi.

Pihak pemerintah setempat rencananya akan membangun hunian tetap sebanyak 2.220 unit dari sejumlah pihka untuk para pengungsi dari lokasi relokasi Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore.

Tinggalkan komentar

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)